Sabtu, 16 Mei 2009

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
MODUL 1 LANDASAN FILOSOFIS MBS
Tujuan pendidikan bersifat mendasar : supaya manusia lebih sejahtera
Fungsi pendidikan untuk mempersiapkan manusia menghadapi masa depan agar hidup lebih sejahtera, peradaban hasil karya manusia yang mendukung kesejahteraan manusia.
Model pend. Yang relevan adalah pendidikan yang menghasilkan manusia yang memenuhi tuntutan zaman.
Model pendidikan yang diharapkan menggunakan costumized design sesuai dengan konteks masyarkat. Contoh : MBS & Pend. Berbasis masyarakat.lebih menekankan life skill.
KETERKAITAN PEND. NILAI DENGAN MBS
Pend nilai terkait dengan ranah afektif dengan pendidikan PKn dan Agama menjadi pendidikan nilai yang dominan sehingga berpeluang mewujudkan MBS.
Dasar MBS adalah UU no. 22/1999, PP no. 25/2000, UU No. 25/2000, UU No. 20/2003, No.122/U/2001.
UU SISDIKNAS SBG KEBIJAKAN DALAM PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PEND
PASAL 51 UU no.20/2003 sebagai berikut :
1. Pengelolaan pend. Usia dini, pend dasar dan menengah dilaksanakan berdasarkan pelayananan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah
2. Pengelolaan sastuan pendidikan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip otonomi, akuntabiliti, jaminnan mutu, evaluasi yang transparan
3. Ketentuan diatas diatur dengan peraturan pemerintah.
Dua istilah dalam pendidikan
1. Penyelenggara : kegiatan mengadakan yang belum ada seperti mendirikan sekolah baru
2. Pengelola : berkaitan dengan institusi pendidikan yang suadah ada.
Pendidikan Nasional : berdasarkan Pancasila dan UUD yang berakar pada nilai agama, kebudayaan nasional dan tanggap terhadap tuntutan jaman.
Kurikulum : seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelakaran utk mencapai tujuan tertentu
Wajib belajar tercantum dalam pasal 6 ayat 1
Alokasi dana 20 % dari APBD tercantum dlm pasal 49 ayat 1
MODUL 2 : SENTRALISASI VERSUS DESENTRALISASI
Alasan sentralisasi dan desentralisasi karena ketidakberhasilan orde baru dan masyarakat yang menuntut system pemerintahan yang accountable, transparan, efektif dan efisien
Pengertian dua istilah tersebut dikaitkan dengan letak/posisi pengambilan keputusan yang bersifat nisbi/relative tidak absolute, dilihat dari segi formallitas kekuasaan. Dan proses organisasi.
Tipe desentralisasi :
1. Dekonsentrasi : penyerahan kewenangan suatu kementrian kepada bawahan sehingga beban pusat diturunkan ke daerah-daerah tetapi tetap berpedoman pada pusat.
2. Delegasi : penyerahan tanggung jawab managerial utk fungsi khusus tertentu.
3. Devolusi : mewujudkan unit mandiri diwah struktur organisasi pusat yang bersifat otonom dan independen. Pusat hanya mengontrol.
4. Privatisasi : penyerahan kewenangan penuh kepada individuh
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI
Henry Fayol mengatakan sentralisasi merujuk pada derajat keterlibatan bawahan di dalam pengambilan keputusan yang disentralisasikan pada manajemen.
Robbin mengatakan bahwa sentralisasi menguntungkan bila keputusan memerlukan pertimbangan yang menyeluruh dan menghasilkan dampak ekonomi yang berarti menyangkut kepentingan organisasi.
Keuntungan Desentralisasi :
1. Keterbatasan kemampuan seorang pemimpin dalam mengolah informasi
2. Tuntutan respon yang cepat
3. Merangsang motivasi kerja bawahan.
Pengertian desentralisasi : penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada otonom
Pengertian dekonsentrasi : Pelimpahan wewenang pemerintah kepada gubernur.
MODUL 3 : KEBIJAKAN PEMERINTAH UTK MENJAMIN MBS
Standar Pelayanan Minimal Pengelolaan Pendidikan
Pengertian spesifikasi teknis sebagai patokan pelayanan minimal yang wajib dilakukan dalam menyelenggarakan pendidikan.
SMP bertujuan memberikan kemampuan dasar yang merupakan perluasan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh di SD
Standar Kompetensi SMP adalah : akhlak dan budi pekerti, penget. & ketramp. Dasar, kecerdasan dan kebugaran, seni dan dasar 2 olah raga, kemampuan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebh tinggi.
Kurikulum memuat : Susunan program pengajaran, Materi Pengajaran, Strategi belajar Mengajar, bahasa Pengantar, Penilaian, Bimbingan belajar.
MANAJEMEN SEKOLAH bertujuan utk melaksankan program sekolah dengan cara :
1. Merumuskan visi, misi dan target mutu
2. Merencanakan program sekolah
3. Melaksanakan program yang telah ditetapkan
4. Memonitor dan evaluasi pelaksanaan program
5. Merumuskan target mutu baru
6. Melaporkan kemajuan kepada masyarakat
Manajemen sekolah dikontrol dengan cara :
1. Pemantauan dan pengawasan internal dan eksternal\
2. Transparan manajemen
3. Akuntabilitas public.
Komponen pendukung MBS
1. Personel dilakukan dengan cara :
a. Training workshop mbs
b. Training kemampuan professional guru
c. Training worksop kelompok kerja pengembang dan pendamping MBS

2. Pendanaan pendidikan berbasis sekolah
Landasan hokum :
1. Pasal 20 tahun 2003 tentang system pend. Nas. Dalam bab 13 pasal 46,47,48,49
2. Pasal 31 ayat 4 UUD 45 sesuai amandemen keempat tahun 2002 ttg 20 % anggaran
Prinsip pendanaan pendidikan sekolah
1. Prinsip kecukupan : perhit biaya per anak utk setiap bentuk satuan jenjang & jenis skul. Yang layak.
2. Prinsip keadilan : ditentukan unsure penentu seperti jenis, bentuk biaya minimal & tetap. Sekolah.
MODUL 4 : DESENTRALISASI PADA TINGKAT PENDIDIKAN DI SEKOLAH
Konsep dasar manajemen berbasis sekolah
Definisi : Maleen, Ogawa dan Kranz : MBS sebagai bentuk desentralisasi yang memandang sekolah sebagai suatu unit dasar pengembangan dan bergantung pada otoritas pengambilan keputusan.
Candoli menenkankan bahwa MBS alat menekan sekolah mengambil tanggung jawab apa yang terjadi terhadap anak didiknya
Myers dan Stonehill : MBS merupakan strategi utk memperbaiki mutu pendidikan melalui pengalihan pengalihan otoritas pengambilan keputusan dari pemerintah pusat ke daerah dan kesekolah hingga satuan individu sekolah.
MBS secara umum adalah : sekolah yang berdasarkan pada penelitian, komitmen, system tertentu, pengoperasian sekolah dari suatu wilayah menggunakan metode sentralisasi dengan parameter dan peran staf yang dipahami oleh mereka yang terlibat utk memaksimalisasikan efektivitas penggunaan SDM.
MBS menurut UU Pasal 51 adalah : bentuk otonomi manajemen pendidikan pada satuan pendidikan, dalam hal ini kepala sekolah dan guru dibantu oleh komite sekolah dalam mengelola kegiatan pendidikan
TUJUAN MBS
1. Bertujuan mencapai mutu setinggi-tingginya.
2. Menjamin keadilan bagi setiap anak utk memperoleh pendidikan
3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi
4. Meningkatkan akuntabilitas sekolah dan komitmen semua stake holders.
MUTU PENDIDIKAN
1. Pengertian absolute : mutu dianggap sesuatu yang ideal, seolah esensi dari kebaikan, keindahan dan kebenaran tiada tanding, bersifat dinamis.
2. Pengertian relative : suatu produk atau jasa telah memenuhi persyaratan atau criteria atau spesifikasi yang ditetapkan ( standar ).
3. Pengertian konsumen : kuallitas mutu ditentukan oleh pemahaman masyarakat tentang produk tersebut. Konsumen disini adalah konsumen eksternal/murid dan internal / guru
SEKOLAH EFEKTIF DAN MBS
Fungsi sekolah :
1. Fungsi teknis/ekonomi : sejauh mana kontribusi sekolah dalam pemb. Ekonomi bagi individu, masyarakat dan dunia
2. Fungsi manusiawi/social : sumbagan sekolah terhadap pengembangan manusia sebagia pribadi dan dalam hubungan social.
3. Fungsi politik : kontribusi sekolah kepada pengembangan politik pada setiap tingkat atau tataran masyarakat.
4. Fungsi budaya : kontribusi sekolah dalam bentuk pembekalan sikap, kesadaran, sosialisasi dan praktik hidup berbudaya.
5. Fungsi pendidikan : sumbagan sekolah dalam memelihara, mempertahankan dan mengembagkan system pendidikan dan apresiasi serta komitmen akan pentingnya pendidikan.
6. Fungsi spiritual : kontribusi sekolah bagi kehidupan pribadi dalam hubungan dengan pencipta , dan antar agama sehingga muncul kepercayaan yang lebih hakiki.
Sekolah yang efektif ;
1. Goal attainment approach /goal model : pendekatan berdasarkan tujuan
2. System approadch / pendekatan system : merupakan komponen yang saling melengkapi untuk membentuk kesastuan system.
3. Strategic constituencies approach / pendekatan konstituen strategis : konstituen adalah orang/ kelompok masyarakat yang diharapkan mendukung institusi menjadi kuat
4. Competing values approach / pendekatan persaingan nilai : criteria yang digunakan seseeorang utk menilai efektifitas organisasi tergantung dari kepentingan siapa yang dia wakili.
Studi tentang sekolah ekfektif
1. Menurut lezzotte, purkey, smith berdasarkan investigasi empiric/ studi kasus dalam merealisasikan kurikulum yang diinginkan.
2. Gauther, Shoemaker tujuh karakteristik sekolah efektif :
1. Ketertiban lingkungan
2. Misi sekolah jelas
3. Pemimpin yang instruksional
4. Harapan yang tinggi
5. Kesempatan waktu belajar
6. Monitoring kemajuan siswa
7. Hubungan positif antra rumah dan sekolah
3. Karakter yang lain adalah :
1. Kultur dan iklim sekolah
2. Focus pada pencapaian ketrampilan
3. Monitoring kemajuan siswa
4. Pengembangan staf
5. Kepemimpinan yang bagus
6. Keterlibatan orang tua
7. Pengaturan pembelajaran
8. Harapan yang tinggi terhadap siswa
4. Mnurut Waynot :
1. Tingkat kehadiran siswa dan pengajar
2. Pemahaman yang jelas pada semua staf dan peran masing2
5. Menurtu umadi :
1. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib
2. Perumusan visi dan misi
3. Kepemimpinan sekolah yang kuat
4. Harpan prestasi yang tinggi
5. Pengembangan staf terus-menerus
6. Evaluasi belajar
7. Komunikasi dan dukungan orang tua
8. Komitmen seluruh warga sekolah akan peningkatan mutu.
MODUL 5 : Model manajemen berbasis sekolah di Indonesia
Fungsi MBS
1. Aspek fungsi: organisasi –planning dalm manajemen
2. Aspek subtansi bidang yang dikelola seperti bidang teknis edukatif ( kurikulum dan proses pembelajaran), bidang ketenagaaan, bidang keuangan, bidang sarpra, bidang administrasi, bidnag kesiswaan
Bangunan Manajemen berbasis sekolah
1. Atap segitiga akuntabilitas berfungsi dalam menangani, acuan satuan pendidikan supaya tidak keluar dari koridor
a. Standar nasional/standar kurikulum
b. Evaluasi independen
c. Akreditasi sekolah
2. Bangunan segi empat MBS : proses pengelolaan pendidikan
a. KBK
b. Sumber daya pendidikan
c. Komute sekolha
d. MBS
3. Dareh lingkaran : Proses belajar mengajar : maksud supaya focus terncana
4. Lantai prasarat : Pemenuhan standar pelayanan minimal sekolah
5. Fondasi : Kebijakan pemerintah/kab/kota
6. Lahan L aspirasi masyarakat ( Dewan pendidikan )
PERAN MASYARAKAT DLL
Tertuang dalam UU no 2 tahun 1989
MODUL 6 : IMPLEMENTASI MBS DI INDONESIA
Langkah implementasi menurut umadi :
1. Evaluasi diri
2. Perumusan visi
3. Perencanaan
4. Pelaksanaan
5. Evaluasi
6. pelaporan

Tidak ada komentar: